Posted in Home Appliance

Rumah Idaman Jadi

Udah pernah baca kan dulu tentang konsep rumah idaman sayah dengan tanah seluas 8×14 meter (lebih dikit).. yang belum baca dulu..

Dulu.. niatnya bangun rumah sendiri dan desain sendiri. Tapi kenyataannya setelah mempertimbangkan satu dan lain hal, menghitung satu dan lain hal, maka akhirnya memutuskan untuk menggunakan jasa arsitek untuk mendesain dan membangun rumah yang sesuai dengan karakter kami, menyesuaikan keinginan dan kebutuhan kami, dan tentunya menyesuaikan budget yang kami punya.

Awalnya cari jasa desain di kaskus, nemu lah satu arsitek murah. Setelah ketemu, dan dia coba kasih gambar, saya ga sreg, dan ternyata dia ngga bisa kasih alternatif lain, padahal udah saya kasih buku desain gitu.. jadilah saya ngga berkontrak sama si arsitek yang ini (padahal udah keluar duit.. hiks). Nah.. trus ga sengaja pas berangkat kerja nemu lah kantor arsitek di jalan kahfi 1. Iseng-iseng coba tanya, eh ternyata cocok. Dia mengerti kebutuhan kami, bisa menyesuaikan dengan keinginan kami, dan desain yang dia paparkan juga saya suka.

Mengapa saya memilih untuk desain dan bangun pake jasa arsitek..? Pertimbangannya adalah:

  1. Desain rumah sesuai dengan kemauan kita, dan unik. InsyaAlloh ngga ada yang nyamain. Walaupun rumahnya di klaster, tapi rumah saya beda dari rumah yang lain. Gampang nyarinya, dan punya ciri khas sendiri.
  2. Arsitek yang desain, ikut mengawasi pembangunannya. Sehingga mandor dan tukang bisa nanya-nanya ke yang ngerti desainnya. Begitu pun dengan mekanikal elektrikalnya tertata lebih rapi, ngga semrawut.
  3. Kami maunya bangun rumah itu sekalian, bisa sampai 20 tahun ke depan. Ngga perlu renov lagi, ngga perlu pasang cakar ayam lagi, ngga perlu pembangunan yang sifatnya fundamental. Paling ngecet-ngecet dan benerin bocor bocor aja. Tentu ini lebih hemat doong daripada beli dari developer, tapi nanti banyak perubahan. Jadi saya rela deh keluar uang 15% buat fee arsiteknya, tapi hasilnya memuaskan dan tentu bakalan lebih irit ke depannya.
  4. Kalo ngga pake arsitek, kayanya ga bakal kepikiran buangannya ke mana, kalo ujan bikin banjir apa ngga, dan sebagainya. Dengan arsitek, dia bisa memikirkan sampai ke sana. Karena rumah saya ada basement nya, dia pikirin tuh biar ga banjir. Buat resapan berapa banyak, di sebelah mana, sampai ke instalasi mesin cuci juga dipikirin sama dia.

Berdasarkan hasil desain si arsitek tersebut, lalu jadilah rumah impian kami dengan desain seperti ini:

denah1 denah2 fasad

Intinya konsep rumah idaman saya dan pak misua adalah rumah yang ruang utamanya di lantai tengah, trus langit-langit yang tinggi sehingga rumah terkesan luas dan tidak pengap. Selain itu, rumah saya terbuka di bagian belakang, sehingga sirkulasi udara sangat lancar. Kalau masak di dapur, udaranya ngga muter di dalem rumah, udaranya langsung ke luar, merebak ke tetangga sebelah😀. Rumah saya juga banyak kacanya, sehingga cahaya banyak yang masuk ke dalam rumah. Dengan konsep seperti ini, rumah saya hemat listrik, soalnya nyalain lampu cuma malem aja, itu pun kalo tidur dimatiin, nyalain AC juga di atas jam 10 malam sampai dini hari. Hemat kan.. ^^

Nah.. jadi yang mau punya rumah sesuai dengan karakter diri sendiri, mending bangun sendiri aja. Yang mau konsultasi, monggo.. boleh komen atau japri..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s