Posted in My Baby

Ghaizan Shaquill Alexander

Yup.. inilah salah satu sebab kenapa saya lamaaaa ga ngeblog lagi *alibi.. Lengkap sudah keluarga kecil kami dengan kehadiran si dede yang bernama…. jejejejeeeng… Ghaizan Shaquill Alexander. Artinya Ghaizan itu “yang utama”, Shaquill artinya “tampan”, Alexander artinya “penolong umat manusia” dan sekalian biar sama sama kakanya si Alexandria. Harapannya sih biar jadi pemimpin yang ganteng gitu deh..

Alhamdulillah sekarang de Izan -begitu kami memanggilnya- sehat wal-afiat walaupun melewati perjalanan yang cukup panjang dan agak memberatkan. Jadi begini ceritanya..

Di awal kehamilan, saya ga pernah merasakan sesuatu yang aneh, ga pernah sakit, cape pun biasa aja. Dede yang waktu itu masih utun diajak prajab pas shaum. De utun juga diajak PP ciawi-sukabumi naik motor karena kaka dititip si sukabumi selama saya prajab. De utun juga diajak PP jakarta-sukabumi pas kaka dititip di Sukabumi selama ga ada ART (ini harus diceritain terpisah kalo masalah yang ini mah). De utun juga pernah dibawa acara gathering di luar kota. Pokonya si sayah ngerasa sehat-sehat ajah.

Kisah suram dimulai saat usia kandungan de utun menginjak 34w. Saat itu berat badan janin de utun masih berkisar di angka 1900 gram. Lalu melihat pergerakan kenaikan berat badan janin juga tidak terlalu signifikan selama 2 bulan terakhir, maka dsog ku yang baik dr. Diah, SpOG menyarankan untuk berkonsultasi dengan dr. Azen (spesialis fetomaternal) di RS Pondok Indah. Membuat perjanjian dengan dr. Azen aja jadi cerita tersendiri karena itu susaahh.. dan lamaa.. Waktu itu minggu kedua desember, dan saya baru dapat jadwal konsultasi dengan dr. Azen di minggu pertama Januari (udah terlalu mepet ke HPL). Sampe saya ditelepon sama RSPI kalau saya bisa konsultasi di minggu ke-3 Desember. Alhamdulillah..

Hasil USG sama dr. Azen cukup bikin shock. Dr. Azen vonis kalo de utun mengalami sedikit kelainan di Jantungnya. Namanya Pulmonalis Valve Stenosis, artinya penyempitan pembuluh dari jantung yang menuju ke paru-paru. Patokannya adalah karena ukuran pembuluh vena pulmonalis lebih besar dari aorta. Dan karena alasan itulah dr. Azen menyarankan agar de utun dilahirkan secara caesar.. duueeeengg…

Kembali ke dr. Diah, beliau setuju untuk dilahirkan secara caesar.. yaahh walaupun dr. Diah tetap optimis bahwa de utun ga kenapa-kenapa. Saya pun dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dr Spesialis perina, waktu itu dr. Diah merekomendasikan dr. Anita. Kami pun mulai merencanakan untuk mengeluarkan dede pada 1 Januari 2014.

Malam tahun baru pun menjadi malam paling menegangkan bagi saya. Saya dan baba nginep di rumah sakit, persiapan untuk proses persalinan de utun besoknya. Semalaman itu pula saya melakukan berbagai macam tes dan persiapan lainnya menjelang persalinan. Kami pun menandatangani berbagai macam surat pernyataan yang bikin serem. Lalu kami diminta untuk mencari rumah sakit rujukan seandainya terjadi apa-apa sama dede karena di rumah sakit tempat persalinan dede ga ada NICU khusus jantungnya. Pokonya bikin deg-degan deh..

Akhirnya.. 1 Januari 2014, pukul 06.45 WIB, telah lahir seorang bayi mungil nan tampan melalui persalinan caesar.. dan Alhamdulllah dede sehat. Tidak ada tanda-tanda kelainan yang berarti, sampai seminggu kemudia de Izan di-echo pun alhamdulillah de Izan normal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s