Posted in Nikah Muda

5 years ago…

Jumat, 22 Juni, 5 tahun yang lalu, tak banyak yang dapat kukatakan. Saksi bisu ikatan janji suci kita. Tak ada isak tangis ataupun haru. Semua berjalan seperti mimpi. Biarlah undangan ini yang berbicara..

Semua berawal dari sini.. hingga akhirnya hari itu tiba. Telah banyak suka duka yang kita lalui bersama. Kita pernah buka warung bareng, mencari untung seperak dua perak, mulai dari  warung crepes, eskrim, sampe nasi uduk. Kita pernah ngurus warnet, bikin iklan berbentuk pamflet, sebelum subuh udah keluar rumah demi nempelin pamflet di tembok rumah orang, kena marah yang punya rumah pas ketahuan, nongkrong di tengah jalan ngitungin receh-an dari si “polisi cepe” buat kembalian warnet, sekarang cuma bisa senyum pas lewat tempat-tempat itu.

Lulus kuliah adalah titik awal perjuangan kita. Untuk mencapai kelulusan itu pun banyak halang rintang nya. Hingga akhirnya kita harus terpisah oleh jarak. Aku di sini dan engkau di sana. Jakarta – Shenzhen, Jakarta – Shanghai, Jakarta – Hongkong, Jakarta – Bangkok, satu tahun bukan waktu yang sebentar. Berbagai media telekomunikasi sudah dicoba. Untunglah ada si GSM yang baik yang lagi promo. Nelepon ke negara-negara itu cuma 300 rupiah per menit. Nelepon sambil liatin stopwatch, biar pas 60 detik. Kadang rasa rindu itu kutuangkan dalam tulisan seperti yang tertulis di sini.

Pulang ke Indonesia, bukan berarti kita bisa terus bersama. Kau datang dan pergi sesuka hatimuuu.. *halah lebih tepatnya sesuka hati yang punya perusahaan. Perjuangan kembali dimulai. Sampai akhirnya sekarang ada kehadiran bidadari kecil di antara kita.

Perjuangan belum berakhir, sayang. Masih banyak tantangan hidup yang menanti kita di depan sana. Semoga kita bisa lulus melewatinya bersama, selalu berada dalam lindungan dan naungan Allah SWT. Aaamiiin..

2 thoughts on “5 years ago…

  1. mbaaaak.. *peluk2*
    makasih lho ya dah ngaplot undangannya..
    beberapa hari ini aku lagi bingung cari inspirasi kata2 buat undangan..
    soalnya yang umum itu akad nikahnya pasti ga dimasukin ke bagian mengundangnya, ditaruhnya di bawah nama pengantin..
    sementara di tempatku, kalau susunannya begitu, bisa2 pas tasyakuran akad nikah ga ada yang.. dateng..

    pokoknya kata2 di undangannya si mbak ini yang paling pas lho..
    semoga jadi keluarga samara di dunia dan akhirat ya mbak..
    kata2 di undangannya aku contek ya mbak😀
    Muaaach

    1. hihihi… boleh boleh..
      waahh.. udah mau nikah yaa.. selamat yaa.. di mana nih nikahnya..?

      kalo pas aku sih alhamdulillah yang dateng pas akad nikah juga banyak..
      padahal kebalik yah.. akadnya malem, tasyakuran nya siang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s