Posted in My Baby

Apakah “de utun” Wajib Zakat?

Hola hola.. alhamdulillah hari ini sudah hari ke-23 bulan Romadhon. Selama ini, de utun ikutan shaum lho. Kadang ikut tarawih juga kalo ummi nya lagi ga cape. Tapi seminggu ini lagi jarang tarawih, hiks hiks.. karena beban kerjaan juga lagi agak padet. Harus lebih bisa ngatur diri nih biar kuat.🙂

Hari raya Idul Fitri kurang lebih tinggal seminggu. Itu artinya, waktunya bayar zakat fitrah sudah semakin dekat. Rencananya sih saya mau nitip lewat panitia zakat di musholla deket kontrakan aja. Tiba-tiba jadi kepikiran, kalo de utun udah wajib bayar zakat belom yah..? Gugling sana sini, belum nemu jawaban yang memuaskan karena masih banyak perbedaan pendapat, tanpa ada kesimpulan. Jadi bingung kan mau ambil pendapat yang mana.

Setelah bertanya kepada publik dan mendapat jawaban yang cukup memuaskan dari seorang yang saya percaya, akhirnya saya memutuskan untuk membayar zakat de utun, berdasarkan pertimbangan sebagai berikut *copas dari orangnya langsung*:

Zakat janin Ada tiga hukum zakat janin; 1. Mewajibkan /harus dizakati 2. Tidak wajib dizakati 3. Sunnah (terpuji untuk dizakati)

1. Harus/wajib dizakati, Ibnu Hazm (384-456H), bila umur sudah punya ruh (120 hari) sudah berlaku hukum janin dan terlarang mutlak untuk aborsi, maka zakat fitrah pun wajib atasnya. Muhammad binn Hasan (guru Imam As-Safi’i), apalagi bila si Ayah mampu.

2. Tidak wajib dizakati, Imam Ibnu Mundzir, sudah menjadi ijma (kesepakatan ulama) tidak wajibnya janin dizakati. Hukum wajibnya zakat fitrah jika muzakki berpuasa. Zakat itu penyuci orang yang berpuasa. Kalau tidak puasa, tak perlulah dia berzakat.

3. Perlu dizakati, dan hukumnya sunnah Dasarnya adalah perbuatan Khalifah Utsman bin ‘Affan (23-35H), dimana tidak ada seorang sahabatpun yang membatahnya. Imam Ahmad memandang kewajiban zakat fitrah atas janin sebagai mustahab (perbuatan yang diajurkan) meskipun beliau tidak sampai mewajibkan. Abu Qilabah seorang tabi’in, meriwayatkan dari sahabat “Mereka seang menzakati anak, orang dewasa dan janin”. (Nail Al Authar. IV:203)

Tarjih Menyikapi 3 pandangan diatas, Yang Mulia Syeh ‘Utsaimin dalam “Majmu’ Rasa’il dan Fatwanya”: disimpulkan “Disukai mengeluarkan zakat atas anak yang ada dalam kandungan ibunya, namun tidak atas dasar wajib, melainkan mustahab saja”.

5 thoughts on “Apakah “de utun” Wajib Zakat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s